Siapa klik dia orang yang mulia...

Friday, April 15, 2011

Al Qur’an mengenai Tahap-tahap Perkembangan Janin:

Dalam Al Qur’an, Yang Maha Kuasa berbicara mengenai tahap-tahap perkembangan janin:

"Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati(yang berasal dari) tanah. Kemudian Kami jadikansaripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikanalaqah (lintah, sesuatu yang tergantung, dan segumpaldarah), lalu alaqah itu Kami jadikan mudghah (barangyang dikunyah)... " (Al Qur’an, 23:12-14)

Secara harfiah, kata alaqah memiliki tiga arti: (1) lintah, (2) sesuatu yang tergantung, dan (3) gumpalan darah.

Bila kita membandingkan antara lintah dengan janin pada tahap alaqah, kita akan menemukan kemiripan di antara keduanya2 sebagaimana terlihat pada Gambar 1. Selain itu, janin pada tahap inimemperoleh makanan dari darah induknya,yang mirip dengan cara lintah memperoleh makanan dengan mengisap darah dari makhluk lain.




Arti alaqah yang ketiga adalah “sesuatu yang tergantung.” Hal ini tampak dalam Gambar 2 dan 3, yakni tergantungnya janin di dalamrahim induknya selama tahap alaqah.Terakhir, alaqah berarti “segumpal darah”. Penemuan menunjukkan bahwa tampilan luar janin dan kantungnya pada tahap alaqah miripdengan segumpal darah. Ini karena dalam janin terdapat darah dalam jumlah yang besar selama tahap ini (Lihat Gambar 4). Selain itu,darah dalam janin tidak mengalir hingga akhir minggu ketiga.2 Karena itu, janin pada tahap ini mirip dengan segumpal darah.


Dengan demikian, ketiga arti kata alaqah bersesuaian secara tepat dengan uraian mengenai janin pada tahap alaqah.Tahap berikutnya sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut adalah tahap mudghah. Mudghah dalam bahasa Arab berarti“barang yang dikunyah.” Jika kita ambil sepotong permen karet dan mengunyahnya, kemudian membandingkannya dengan janin padatahap mudghah, kita pasti akan berkesimpulan bahwa tampilan janin pada tahap mudghah mirip dengan sesuatu yang dikunyah. Hal inikarena adanya somite di bagian belakang janin yang “mirip dengan bekas gigitan pada barang yang dikunyah.”(Lihat Gambar 5 dan 6).Bagaimana mungkin Muhammad mengetahui semua hal ini 1400 tahun yang lalu, sementara para ilmuwan baru dapat menemukanhal tersebut belum lama ini dengan peralatan mutakhir dan mikroskop yang sangat peka yang tidak ada waktu itu? Hamm dan Leeuwenhoek dalah ilmuwan pertama yang mengamati sel sperma (spermatozoa) menggunakan mikroskop yang dipertajam pada 1677 M (lebih 1000tahun setelah datangnya Muhammad SAW). Mereka secara keliru menganggap sel sperma berisi bakal manusia yang membesar ketika ditempatkan dalam rahim.

Profesor Emeritus Keith L. Moore2 adalah salah seorang ilmuwan dunia terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi dan pengarangbuku The Developing Human, yang telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa. Buku ini merupakan karya referensi ilmiah yang pernahdipilih oleh suatu komite khusus di Amerika Serikat sebagai buku terbaik yang ditulis oleh seorang ilmuwan. Dr. Keith Moore adalah ProfessorEmeritus Anatomi dan Biologi Sel di University of Toronto, Toronto, Kanada.

Di sana, beliau menjabat sebagai Associate Dean untuk IlmuilmuMurni di Fakultas Kedokteran dan selama 8 tahun menjabat sebagai Ketua Jurusan Anatomi. Pada 1984, beliau menerima penghargaanpaling bergengsi dalam bidang anatomi di Kanada, the J.C.B. Grant Award, dari Asosiasi Ilmuwan Anatomi Kanada. Beliau memimpinbanyak organisasi keilmuwan internasional, termasuk Asosiasi Ilmuwan Anatomi Kanada dan Amerika Serikat serta Dewan Perhimpunan IlmuilmuBiologi. (The Canadian and American Association of Anatomists and the Council of the Union of Biological Sciences.)

Pada tahun 1981, dalam Konferensi Medis Ketujuh di Dammam, Arab Saudi, Profesor Moore mengatakan: “Saya sangat berbahagia dapat memberi penjelasan atas pernyataan-pernyataan dalam Al Qur’an mengenai tahap-tahap perkembangan janin manusia. Jelas bagi sayabahwa pernyataan-pernyataan tersebut pasti diterima oleh Muhammad dari Allah, karena hampir seluruh pengetahuan mengenai hal ini tidakpernah ditemukan hingga abad-abad terakhir ini.

Hal ini merupakan bukti bagi saya bahwa Muhammad pasti seorang utusan Allah.
”Selanjutnya, saat seorang penanya mengajukan pertanyaan berikut:“Apakah ini berarti anda percaya bahwa Al Qur’an itu firman Allah?”

Profesor Moore menjawab: “Sama sekali tidak sulit bagi saya menerima hal itu.”

Dalam suatu konferensi, Profesor Moore menyatakan:
“...Karena tahap-tahap perkembangan janin manusia cukup kompleks, yangdisebabkan oleh proses perubahan yang terus terjadi selama tahap perkembangan, kami mengusulkan agar disusun sistem klasifikasi baruberdasarkan istilah-istilah yang terdapat dalam Al Qur’an dan Sunnah(ucapan, tindakan dan persetujuan Nabi Muhammad SAW). Sistemyang diusulkan ini bersifat sederhana, lengkap dan sesuai dengan pengetahuan embriologi mutakhir. Kajian intensif atas Al Qur’andan hadits (yang berupa catatan yang terpercaya dari para Sahabat mengenai apa yang Nabi Muhammad SAW ucapkan, lakukan dan setujui)dalam empat tahun terakhir mengungkapkan suatu sistem klasifikasi tahap perkembangan janin yang mengagumkan, karena hal itu tercatatsejak abad VII Masehi. Meskipun Aristoteles, pendiri ilmu embriologi, menyadari embrio ayam berkembang dalam tahap-tahap tertentu dalampenelitian yang dilakukannya terhadap telur ayam pada abad keempat sebelum Masehi, ia tidak memberikan rincian mengenai tahap-tahap ini.Sejauh pengetahuan manusia mengenai sejarah embriologi hingga abad kedua puluh, hanya sedikit sekali yang diketahui mengenai tahap-tahapdan klasifikasi perkembangan janin. Berdasar pemikiran ini, uraian mengenai janin manusia dalam Al Qur’an tidak mungkin didasarkan ataspengetahuan ilmiah abad VII. Satu-satunya kesimpulan yang mungkin adalah bahwa semua uraian ini diwahyukan kepada Muhammad olehAllah. Beliau tidak mungkin mengetahui rincian seperti itu karena beliau adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca) dan tidakpernah sama sekali mengenyam pendidikan ilmiah.”

from : buku "A Brief Illustrated Guide To Understanding Islam"


Friday, March 18, 2011

Ini yang sebenar...

Merujuk pada laporan akhbar yang telah dikeluarkan oleh The Star Online bertarikh 17 Mac, 2011, yang bertajuk ‘Not All M’sian Students Want To Leave Yemen’ telah mengeluarkan kenyataan bahawa pelajar-pelajar Malaysia di Yaman dalam keadaan suasana yang selamat dan tidak perlu dibimbangi sehingga terpaksa mengambil tindakan drastik untuk pulang ke tanah air melalui temuramah bersama seorang pelajar Malaysia di Yaman.

Kami Persatuan Pelajar Malaysia Yaman (PERMAYA) menafikan kenyataan tersebut yang seakan-akan menuduh pelajar-pelajar Malaysia di Yaman mengambil kesempatan untuk pulang ke tanah air dengan percuma selepas kejadian yang sedang berlaku di Yaman sekarang.

Tidak dinafikan ada beberapa tempat khususnya penempatan dan rumah-rumah pelajar Malaysia di Yaman masih dalam keadaan selamat dan berkeadaan seperti biasa sahaja tetapi perlu diingatkan bahawa dengan pergolakan di Yaman sekarang yang semakin teruk kemungkinan perkara-perkara seperti yang berada dalam memorandum PERMAYA kepada pihak kedutaan Malaysia ke Yaman yang bertarikh 13 Mac, 2011.

PERMAYA dengan kerjasama pihak kedutaan mengambil jalan untuk bertindak segera sebelum kejadian tidak diingini ini berlaku, ibarat ‘sediakan payung sebelum hujan’.

Beberapa laporan yang telah kami dapati daripada pelajar-pelajar Malaysia di Yaman yang tinggal berdekatan dengan kawasan ‘Medan Perubahan’, pada setiap malam akan terdengar bunyi tembak menembak berlaku. Sehingga kini lebih daripada 40 orang mati dan beratus-ratus telah cedera.

Mengikut laporan yang lain pula di kawasan Pro-kerajaan berkumpul, ada dikalangan pelajar Malaysia telah diancam dengan menghunus pisau apabila ditanya sokongannya terhadap anti-kerajaan atau pro-kerajaan.

Menurut laporan lagi, sumber gas juga sudah mula susah untuk didapati dan harga barang sudah mula naik dibeberapa kawasan penempatan pelajar Malaysia di Yaman ini.

Keadaan di Yaman semakin meruncing apabila Presiden Republik Yaman, Ali Abdullah Soleh tidak akan turun selagi mana tidak berlakunya pertumpahan darah dan kenyataan ini telah membangkitkan lagi semangat pihak anti-kerajaan untuk menyerang pihak kerajaan.

Perlu diingatkan bahawa Republik Yaman adalah negara bebas senjata dan mempunyai kekuatan kabilah-kabilah arab yang tersendiri.

Ulama’ Yaman sendiri telah mengeluarkan fatwa bahawa sesiapa yang terlibat dan mati ketika diserang oleh pihak polis atau tentera dikira sebagai syahid.

Sebab itu, PERMAYA mengambil tindakan segera dengan kerjasama pihak kedutaan Malaysia untuk menghantar pelajar-pelajar Malaysia pulang sebelum kejadian ini berterusan dengan lebih teruk. Jika PERMAYA ingin mengambil tindakan setelah keadaan terlalu meruncing menyebabkan proses menghantar pulang pelajar Malaysia lebih sukar dan pihak kerajaan Malaysia terpaksa mengeluarkan kos yang lebih tinggi seperti mana yang telah berlaku di Mesir sebelum ini.

Sedangkan kerajaan Malaysia terpaksa menanggung beberapa lagi penerbangan untuk menyelamatkan rakyat Malaysia sekarang seperti rakyat Malaysia di Jepun selepas mana kejadian gempa bumi baru-baru ini sehingga menyebabkan pusat nuklear meletup, menyebabkan pencemaran radioaktif dan turut mengalami keadaam yang sama seperti di Yaman iaitu Bahrain yang sedang bangkit untuk menjatuhkan pemimpin negara mereka yang korupsi.

Kami daripada barisan kepimpinan PERMAYA mengharapkan supaya masyarakat dunia luar terutamanya Malaysia memahami keadaan semasa kami, pelajar-pelajar Malaysia di Yaman dan proses penerbangan pelajar-pelajar Malaysia di Yaman telah bermula dengan penerbangan pertama pada jam 4.00 pagi tadi (17 Mac) dan penerbangan kedua pada jam 10.00 pagi (17 Mac) tadi.

Laporan telah diterima bahawa penerbangan pertama telah selamat tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) pada jam 8.55 malam (17 Mac).

Kami juga berharap supaya pelajar-pelajar Malaysia di Yaman bersabar menunggu giliran masing-masing dan bersedia pada bila-bila masa sahaja kerana seramai 590 orang yang terlibat bagi proses menghantar pulang ke Malaysia.

Juga diharapkan supaya menunggu panggilan daripada pejabat kedutaan mengenai giliran penerbangan masing-masing dan tidak mendengar khabar daripada lain-lain pihak bagi mengelakkan salah maklumat yang didapati daripada pelajar-pelajar Malaysia di Yaman.


MOHAMMAD IQBAL BIN ABU YAZIZ
PRESIDEN
PERSATUAN PELAJAR MALAYSIA YAMAN (PERMAYA)
SESI 2011/2012

Ana sentiasa menyokong dan terima kasih diucapkan untuk Presiden dan semua.

Thursday, March 17, 2011

Mohon maaf secara terbuka...

SANA'A (Yemen): While most Malaysian students in Yemen want to go home until the situation in the strife-torn country stabilises, third-year-student Syed Mohd Faris Syed Roslan is not one of them.

His apartment is walking distance from the anti-government protest area and the Malaysian embassy has advised Syed Mohd Faris to move out but he has decided against it.

"It's not that I am stubborn or don't want to listen to advice but I feel safe here.

"All the Yemenis around us, including our neighbours and the owner of the apartment, have told us there is no need for us to go back.

"They have given us their word that they will protect us," he said in an interview in the apartment where he lives with his wife Nur Hidayu and two-year-old daughter Sharifah Aishah.

He believes that even if the fighting intensifies and there are violent clashes among the pro-government and anti-government supporters, the Yemenis would not target foreigners.

"The Yemenis have very soft hearts. Even the Holy Prophet said that. One minute they could be fighting each other and the next, it's over and you see them kissing each other on the cheek and drinking tea together.

"They will not disturb foreigners. That's why I feel confident to keep staying on," he said.

He said he was surprised that many Malaysians wanted to leave Yemen.

"My apartment is one of the closest to the protest areas and I don't have any problems. I can buy things easily. Shops are open. I don't go to shops in the protest area but in other places, it's fine and I can get whatever I want.

"I think the Malaysian students want to evacuate not because they are scared but because they just want to go home (for a break)," he said.

Syed Mohd Faris is reluctant to leave Yemen for a number of reasons.

"We don't know when the protests will reach the peak. It might be just a matter of days. My fear is that if I go back to Malaysia and the protests ends and my university classes start again.

"Then I would lose out because I have gone back. I would need to rush back to Yemen and pay RM1,400 for a one-way flight back to Sana'a," he said.

So for him, if the Government was using the Hercules to evacuate Malaysians, he would ask only his wife and daughter to leave.

"But if it's a commercial flight and fully sponsored, then I'd give it some thought. Why should I deprive myself if it's all paid and a commercial flight," he said.

However, a number of other students did not share his views.

Pertamanya saya minta maaf atas jawapan yang mementingkan diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Saya faham dengan jelas apa yang berlaku. Saya juga memohon maaf kepada pihak Persatuan Permaya yang bertungkus lumus siang dan malam untuk menyelamatkan rakyat Malaysia termasuk juga pihak Kedutaan Malaysia.

Untuk pengetahuan semua, saya tidak menjangka ketibaan wartawan tersebut dan hanya menyatakan apa yang terlintas di fikiran. Saya juga terlupa tugas wartawan yang akan mensensasikan sesuatu dan menyampaikan sesuatu yang berlainan.

Saya juga tidak berniat menafikan segala yang telah saudara presiden Iqbal nyatakan tempoh hari.

Sebagai akhirnya, jika saya ini telah menyusahkan semua pihak, saya berasa bersalah yang amat sangat. Saya berharap tidak ada lagi pelajar lain yang membuat kenyataan yang teruk seperti yang saya lakukan. Maaf sekali lagi.

Wednesday, March 16, 2011

Thursday, March 10, 2011

Sudahlah Ali..


Sanaa, Yaman (CNN) - Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh berjanji Khamis ini untuk membawa sebuah perlembagaan baru untuk pilihanraya pada akhir tahun dan menyerahkan kuasa kerajaan untuk sistem parlimen pilhanraya. 


Perkembangan itu datang dari demonstrasi anti-kerajaan yang didera oleh pemberontakan Muslim Syiah, tindakan keras AS-dibantu pembekal al-Qaeda dan kekurangan air yang semakin meruncing.

"Kami telah diberitahu tuntutan semua demonstran pemuda kepada kerajaan kerana mereka adalah masa depan, dan kerajaan akan memenuhi semua tuntutan mereka tanpa mogok, pertengkaran, atau kekacauan," kata Saleh dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Rencana Presiden juga meminta pembentukan kerajaan perpaduan untuk meninjau undang-undang pemilihan baru.

Saleh, yang menolak untuk mengundurkan diri, berkata beliau tidak akan bertanding lagi untuk presiden dalam pilihan raya seterusnya. Dia telah memerintah Yaman selama 32 tahun.

Khaled Al-Anesi, seorang Yaman aktivis hak asasi manusia, menolak cadangan Saleh.

"Yaman tidak akan menerima apa presiden katakan hari ini," kata Al-Anesi. "Ini datang terlau lambat. Terlalu banyak demonstran meninggal dan presiden melayan tentang semua ini seperti badai yang akan berlalu.

"Orang akan terus protes dan akan terus menuntut pengunduran dirinya dan kami tidak akan berhenti sampai dia dipaksa untuk meninggalkan pejabat," katanya.

Seorang jurucakap pembangkang mengatakan, inisiatif presiden itu terlambat.

"Ini seperti seseorang yang cuba untuk mencetak gol dari belakang," kata Mohammed Qahtan. "Apapun yang dia lakukan tidak berguna."

Amnesty International mengatakan sekitar 30 orang dilaporkan mati di Yaman dalam rusuhan yang mulai awal bulan lepas. Ia mendesak pihak berkuasa Yaman untuk menamatkan "serangan akhir untuk mematikan dan serangan lain untuk protes."

Human Rights Watch meminta pihak berkuasa Yaman untuk segera menyiasat pembunuhan dua demonstran oleh tentera selama protes pada tarikh 4 Mac di dekat kota Harf Sufyan.

"Kami telah membuat tuduhan yang kredibel bahawa ribuan pengunjuk rasa damai yang dihadapi kebakaran langsung oleh Yaman tentera di luar Harf Sufyan dan bahawa dua orang awam bersenjata dibayar dengan kehidupan mereka," kata Joe Stork, seorang wakil Timur Tengah Pengarah Human Rights Watch.

Pada hari Rabu, seorang lelaki Yaman cedera dalam protes di Sanaa Universiti meninggal karena luka-lukanya, seorang pegawai perubatan menyatakan.

Mohamed Ali Mutlak, 24, berada di antara puluhan demonstran anti-kerajaan cedera Selasa ketika pasukan keselamatan menembak ke udara dan tembakan gas pemedih mata ke kerumunan puluhan ribu demonstran yang berkumpul di depan Universiti Sanaa, kata saksi.

Yaser Al-Hasani, salah satu demonstran, mengatakan pasukan keselamatan menggerebek selepas mahasiswa menentang perintah mereka tidak mengambil makanan dan selimut ke daerah protes di luar gerbang universiti. Persediaan ini digunakan untuk ribuan demonstran anti-pemerintah yang telah berkhemah meminta Saleh untuk berundur.

Mohammed Abulahoum, seorang pegawai kanan kerajaan, mengutuk gaya yang digunakan oleh polis dan tentera.

"Tidak ada keperluan untuk gaya itu. Ini hanya akan meningkatkan ketegangan antara kedua-dua belah pihak," katanya Rabu.

Monday, March 7, 2011

Gagal, kalah, biasa dalam dakwah..


Baru-baru ini sebuah Parti Islam di Malaysia tewas lagi kepada lawannya. Namun, itu bukanlah perkara yang pelik kerana kalau menang itu yang dinamakan pelik. Cuma yang ingin diingatkan adakah bila gagal maka kita dikira berdosa?

Sebenarnya orang yang gagal lalu berputus asa itulah orang patut dipersalahkan. Mereka ini jelas mahukan kemenangan sentiasa mengiringi mereka. Mereka juga orang yang mahukan kemenangan datang dengan cepat.

Kisah Nabi Hud

Contohilah Nabi yang diutuskan pada kaumnya selama seribu tahun kurang lima puluh. Kita yang baru mula berjuang setahun jagung sudah mula merungut.

Kisah Nabi Nuh

Begitu juga yang sedih tidak dapat membawa ahli keluarga ke syurga. Dalam hal ini kita sesekali tidak boleh mengatakan Nabi Lut itu 'dayus' kerana tidak mampu berdakwah kepada isterinya. Dalam surah ankabut dua kali dinyatakan Allah telah menyelamatkan kaumnya kecuali isterinya yang khianat dan tergolong dari kalangan mereka yang terbinasa.

Lihatlah firman Allah di bawah yang menunjukkan kepada kita bahawa Allah itu amat dekat ketika kita dalam kesusahan:

“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapeteka dan kesengsaran, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman yang bersamanya;’Bilakah pertolongan Allah akan tiba?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)




Friday, February 4, 2011

Tiga kemungkinan..

Krisis di Mesir hanya mempunyai tiga potensi sebagai hasil akhir.

1. Gagal - Pihak berkuasa akan terus bertempur dengan rakyat, malah seperti yang telah ditunjukkan sehari dua ini, pihak polis menyamar menjadi rakyat biasa (naik unta dan kuda) lalu bergasak dengan demonstran di Medan Tahrir tengah Kaherah. Taktik Mubarak ialah mensinonimkan namanya dengan kestabilan. Kerana itulah polis ditiadakan dari jalanraya, tahanan di penjara terlepas, askar membiarkan penyamun bermaharajalela dan samseng diupah untuk membuat kacau. Lama kelamaan rakyat atau demonstran akan berputus asa lalu mengalah dan pulang ke rumah untuk meneruskan hidup seperti biasa. Mubarak akan kekal. Dan Israel akan kembali berpesta.






2. Kompromi - Mubarak mungkin jatuh. Akan tetapi pemimpin lain dari parti yang sama atau hampir sama mengambil kuasa lalu kembali menjadi boneka tajaan Israel dan Amerika Syarikat. Dalam situasi ini, pemimpin baharu ini akan melakukan satu dua reformasi, berjanji itu dan ini dan kekal di situ sebagai 'a lesser Mubarak'.

3. Revolusi Sebenar - Akan berlaku jika The Muslim Brotherhood atau Ikhwanul Muslimin mendapat kuasa dan laba politik yang besar dari krisis ini. Ikhwanul Muslimin akan berkuasa, menghapuskan korupsi, melakukan perubahan untuk massa dan generasi muda, memutuskan hubungan dengan Zionis, menjadi sebuah republik sekular-nasionalis ala Turki Erdogan hari ini lalu meningkatkan kerjasama dengan Republik Islam Iran selaku kuasa serantau.

Antara ucapan terbaru Hosni 'ghair' Mubarak : "Mesir akan huru hara kalau aku letak jawatan hari ini" dipetik dari CNN

Kata Ali Abdullah Soleh "Aku akan pertahankan jawatan presiden Yaman ini sampai 2013 je".

Inilah namanya pemimpin yang cintakan kuasa.

Apa ranking?

Check Page Rank of any web site pages instantly:
  
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service